15 Maret 2026

Empat Tol Difungsionalkan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kabar
Jalan Tol Layang MBZ
Jalan Tol Layang MBZ.

AWESH.id-PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan pengoperasian empat ruas tol fungsional pada periode arus mudik Lebaran 2026. Tujuannya untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas dan meminimalkan potensi kepadatan di sejumlah titik rawan kemacetan.

Empat ruas tol fungsional yang disiapkan tersebut meliputi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), dan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, seluruh ruas tol fungsional yang dibuka pada arus mudik Lebaran 2026 tidak dikenakan tarif. Ruas tol ini difokuskan sebagai jalur alternatif guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.

“Pengoperasian keempat ruas tol fungsional ini merupakan langkah strategis Jasa Marga dalam mengoptimalkan kapasitas jaringan jalan tol nasional selama periode mudik Lebaran, sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada ruas-ruas eksisting yang selama ini menjadi titik kepadatan agar arus lalu lintas tetap lancar dan terjaga,” ujar Rivan dalam keterangan resmi yang Kompas.com terima, Minggu (15/3/2026).

Pada Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, ruas fungsional yang sebelumnya hanya beroperasi hingga Prambanan akan diperpanjang dari Prambanan menuju Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer. Melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), pengoperasian segmen Prambanan–Purwomartani ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan menuju Yogyakarta dan sekitarnya.

Selain meningkatkan konektivitas antara Kota Solo, Yogyakarta, dan wilayah sekitar, ruas tol fungsional ini juga diproyeksikan memangkas waktu tempuh Klaten–Yogyakarta dari sekitar 45 menit menjadi sekitar 20 menit. Ini juga mempermudah akses menuju kawasan pariwisata strategis, seperti Candi Prambanan.

Automotive Reviewer Ridwan Hanif mengatakan, pengoperasian jalur fungsional Prambanan–Purwomartani dapat membantu menghemat waktu tempuh perjalanan para pemudik. Namun demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap harus mematuhi rambu-rambu dan aturan yang berlaku, termasuk batas kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

“Sejauh ini saya melihat kesiapannya sangat bagus sekali. Bahkan dibandingkan saat saya mencobanya pada tahun 2024, kini kondisinya sudah semakin bagus. Mengingat saat ini masih sering terjadi hujan yang membuat jalan lebih sering basah, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diimbau untuk memeriksa kembali kondisi kendaraannya sebelum melakukan perjalanan,” kata Ridwan.

Sementara itu, pada Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi yang dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), ruas tol fungsional yang sebelumnya hanya difungsionalkan hingga Paiton akan diperpanjang hingga Situbondo Barat.

Penambahan ruas fungsional ini memiliki panjang sekitar 49,68 kilometer dan dinilai signifikan dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Jawa Timur. Ini  sekaligus menjadi bagian dari percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menghubungkan ujung timur Pulau Jawa.

Untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, Jasa Marga juga memfungsionalkan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) pada segmen Sadang–Setu sepanjang 52 kilometer. Ruas Proyek Strategis Nasional (PSN) ini berperan penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang, khususnya di sekitar Km 66, karena kendaraan dari arah Bandung dapat langsung keluar melalui Sadang tanpa harus melewati titik kemacetan utama.

Pembalap dan Praktisi Otomotif Rifat Sungkar menilai jalur fungsional Japek II Selatan merupakan solusi alternatif perjalanan jarak jauh yang bermanfaat bagi pemudik. Meski demikian, Rifat mengimbau pengguna jalan untuk tetap memperhatikan keselamatan berkendara dan tidak terburu-buru selama perjalanan.

“Setelah saya datang ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) kemarin, saya rasa ini solusi yang sangat amat bermanfaat buat semua yang mau mudik, kita di sini kumpul bersama untuk mempersiapkan semuanya. Kita harapkan tol ini cepat jadi juga. Saya _happy_ luar biasa ada jalan cepat Jakarta-Bandung yang bisa jadi privilege, namun tetap harus memperhatikan safety driving agar perjalanan aman dan nyaman,” jelas Rifat.

Selain itu, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) juga menyiapkan jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer. Meski relatif pendek, ruas ini dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dari pertigaan Bawen hingga melewati Kota Ambarawa yang kerap menjadi titik perlambatan arus saat musim mudik.

Jalur fungsional Ambarawa–Bawen terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang–Solo dan menjadi alternatif strategis bagi pengguna jalan dari arah Gerbang Tol Bawen yang menuju wilayah Magelang, Temanggung, dan sekitarnya.

Dengan tidak adanya persimpangan dan lampu lalu lintas, ruas ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini sering terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas