9 April 2026

Halalbihalal Telaga Desa KIIC Jadi Ruang Kolaborasi: Industri dan Warga Didorong Tumbuh Bersama

Kabar
Halalbihalal Telaga Desa KIIC Jadi Ruang Kolaborasi: Industri dan Warga Didorong Tumbuh Bersama
Halalbihalal KIIC, Karawang, Jawa Barat.


KARAWANG, AWESH.id — Suasana kebersamaan terasa kental dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar Telaga Desa Karawang International Industrial City (KIIC), Rabu (8/4/2026). Tak sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat.


Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Jawa Barat, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang.


Penanggung jawab program, Satia Gumilar, menegaskan bahwa Halalbihalal kali ini dikemas lebih substantif dengan menghadirkan pemaparan capaian program sepanjang 2025 serta arah kebijakan ke depan.


“Bukan hanya silaturahmi, ini juga jadi forum evaluasi dan perencanaan. Kami membuka ruang masukan dari anggota agar program Telaga Desa semakin berdampak,” ujarnya di kawasan Telaga Desa Agro-Enviro Education Park, KIIC.

Saat ini, Telaga Desa KIIC telah menghimpun 55 perusahaan sebagai anggota. Pada tahun 2026, jumlah tersebut bertambah dengan bergabungnya enam perusahaan baru yang turut berkomitmen pada program lingkungan dan pemberdayaan.

Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah “bapak asuh pohon” di kawasan Garden of Friendship. Melalui program ini, perusahaan tidak hanya menanam pohon, tetapi juga bertanggung jawab dalam perawatannya.

Kehadiran anggota baru seperti Toyota Boshoku turut memperkuat komitmen tersebut, ditandai dengan partisipasi dalam kegiatan penanaman pohon pada momentum halalbihalal.

Secara keseluruhan, kawasan Telaga Desa KIIC memiliki luas sekitar 4 hektare dengan ribuan vegetasi yang beragam. Tidak hanya tanaman kehutanan dan buah, kawasan ini juga ditanami berbagai tanaman herbal yang mendukung konsep edukasi lingkungan.

Selain fokus pada penghijauan, Telaga Desa juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ikan lele dan nila yang melibatkan masyarakat sekitar.

Ketua Karang Taruna Desa Sukamakmur, Mulyana, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Telaga Desa telah membawa perubahan signifikan bagi kelompoknya.
“Dari awalnya hanya satu kolam, sekarang sudah berkembang jadi 20 kolam. Bantuan dari Telaga Desa sangat terasa, mulai dari bibit sampai pakan,” katanya.

Namun demikian, ia menyebut tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan pemasaran hasil budidaya agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Melalui momentum ini, sinergi antara industri dan masyarakat diharapkan semakin kuat, tidak hanya dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas