
AWESH.id-Jasa Marga mempersiapkan jalur fungsional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah untuk mobilisasi pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono didampingi jajaran Direksi Jasa Marga meninjau langsung kesiapan jalur fungsional di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, pada Kamis dan Jumat, 22 dan 23 Januari 2026).
“Peninjauan ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan aspek keselamatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pengoperasian jalur fungsional,” kata Rivan dalam keterangan tertulis yang AWESH.id terima.
Jasa Marga, kata Rivan, berkomitmen mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Lebaran 2026. Dukungan melalui kesiapan jalur fungsional, baik dari sisi kondisi fisik jalan, fasilitas pendukung seperti CCTV, radar dan traffic counting, maupun pengaturan lalu lintas.
Baca juga: Berbagai Promo dan Diskon di 21 Destinasi dengan Menunjukkan Tiket Whoosh
“Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan, mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, serta memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi pengguna jalan,” ujar Rivan.
Langka nini, tambah Rivan, menjadi bagian dari koordinasi intensif antara Jasa Marga, Kepolisian, dan para pemangku kepentingan terkait dalam membahas rencana pengaturan lalu lintas, manajemen rekayasa arus kendaraan, serta peningkatan keselamatan pengguna jalan pada periode dengan tingkat mobilitas tinggi.
Dua jalur fungsional yang kini tengah dipersiapkan pertama Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 KM. Kedua jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 KM untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Solo, kesiapan jalur fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo segmen Prambanan-Purwomartani akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara Kota Solo, Yogyakarta, dan kawasan sekitarnya. Ini sekaligus memangkas waktu tempuh Klaten-Yogyakarta dari sekitar 45 menit menjadi sekitar 20 menit. Selain itu, ruas tol ini juga mempermudah akses menuju kawasan pariwisata strategis seperti Candi Prambanan.
Sementara itu, jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen yang disiapkan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen, terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang-Solo, sehingga strategis dalam mendukung distribusi arus mudik dan balik Lebaran.
“Jalur fungsional Ambawara-Bawen akan menjadi alternatif bagi pengguna jalan dari arah Jalan Tol Semarang-Solo yang keluar melalui Gerbang Tol Bawen yang menuju sejumlah wilayah tujuan mudik seperti Magelang dan Temanggung. Jalur fungsional ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran. Dengan tidak adanya persimpangan dan lampu lalu lintas di ruas tol,” lanjut Rivan.
Baca Juga: Mencicipi Menu Rp 10 Ribu Nasi Telur hingga Bento di Karawang
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho berharap dua jalur fungsional itu mampu memecah kepadatan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
“Kami menyambut gembira dengan adanya ruas tol fungsional Yogyakarta-Bawen, tentunya bangkitan arus yang dari Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta nanti bisa terpecah, sehingga skenario rekayasa lalu lintas menjadi lebih tepat, termasuk pemberlakuan _one way_ atau _contraflow_ bila diperlukan,” kata Agus.
Pihaknya, kata Agus, juga telah berkoordinasi dengan Jasa Marga dan para pemangku kepentingan terkait untuk menyiapkan pengaturan akses masuk dan keluar tol. Termasuk di jalur fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo segmen Prambanan-Purwomartani.
“Dengan demikian, diharapkan saat Operasi Ketupat nanti arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan terkendali,” kata Agus.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, pengoperasian dua jalur fungsional tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi peningkatan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Secara historis, DIY dan Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan favorit di Pulau Jawa. Jadi dengan rencana jalur fungsional Ambarawa-Bawen, ini sangat membantu, terutama untuk masyarakat yang menuju Temanggung dan Magelang,” kata Aan.
Dengan pemberlakuan fungsional ini, ujar Aan, akan mendukung kelancaran sehingga hari ini kami memastikan bahwa sarana prasarananya sudah siap, terutama yang termasuk dalam unsur keselamatan.