
AWESH.id– PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemeliharaan dan penanganan lubang jalan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan, khususnya di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
Pada Selasa malam (27/01), JTT telah menyelesaikan perbaikan di sejumlah lokasi prioritas. Penanganan akan dilanjutkan kembali hari ini di beberapa titik lainnya. Jumlah titik penanganan yang disampaikan merupakan data awal dan akan terus diperbarui seiring tim inspeksi yang saat ini telah bergerak melakukan pengecekan kondisi jalan di lapangan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo menyampaikan, pekerjaan perbaikan telah kami laksanakan secara bertahap sesuai prioritas keselamatan.
“Tadi malam, kami menangani 150 titik mulai dari KM 14+850 s.d. KM 72+400, termasuk area konektivitas penting seperti Off Ramp dan akses keluar Bekasi Timur 1, On Ramp Karawang Barat arah Jakarta, Off/On Ramp dan GT Karawang Timur 2, hingga On Ramp Cikampek,” kata Ria.
Penanganan ini, kata Ria akan terus JTT lanjutkan. Pada Rabu (28/1/2025), pekerjaan perbaikan kembali dilakukan dengan pembagian area kerja yang mencakup total 50 titik penanganan. Pekerjaan dilakukan pada rentang KM 64+150 hingga KM 53+550 dengan beberapa titik khusus seperti bahu jalan di KM 62+500 serta sambungan jembatan di KM 53+580 dan KM 53+550.
Baca juga: Kepersertaan JKN 99 Persen, Pemkab Karawang Raih UHC Award Kategori Madya
“Selanjutnya, pemeliharaan juga dilakukan pada rentang KM 43+550 hingga KM 39+050, yang mencakup sejumlah pekerjaan di Lajur 3 serta beberapa segmen dengan rentang pengerjaan cukup panjang,” ujar Ria.
JTT, tambah Ria, terus melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan setiap tindak lanjut di lapangan berjalan dengan baik, sekaligus mengidentifikasi potensi kerusakan jalan sejak dini. Setiap masukan dan keluhan dari pengguna jalan juga menjadi perhatian, yang ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkesinambungan.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi tingginya curah hujan, JTT juga melakukan penyesuaian pola kerja pemeliharaan. Waktu pemeliharaan ditambah pada pukul 10.00–16.00 WIB. Adapun sebelumnya berfokus pada pukul 22.00–05.00 WIB. Tujuannya untuk memperkuat kesiapan penanganan dan mempercepat respons di lapangan sesuai kondisi cuaca.
JTT, ujar Ria, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat adanya lubang jalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan perjalanan, termasuk selama proses penanganan dan pekerjaan berlangsung.
“JTT juga mengucapkan terima kasih atas atensi dan informasi yang diberikan oleh masyarakat, yang menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan di lapangan,” kata Ria.
JTT mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, memperhatikan rambu serta arahan petugas di lapangan, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan, khususnya saat melintasi area pekerjaan, demi keselamatan bersama.
Editor: Suwandi