
AWESH.id-Puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 melintasi gerbang tol utama diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara arus balik terprediksi pada 24 Maret 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk siap melayani sekitar 3,53 juta kendaraan yang diproyeksikan melintas keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol (GT) utama.
Keempatnya yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, dan GT Cikupa pada periode H-10 sampai H+10 Idul Fitri atau selama 21 hari. Jumlah ini naik 1,8 persen ketimbang dengan periode yang sama tahun 2025.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume sekitar 259 ribu kendaraan, atau naik 0,5 persen dibanding puncak 2025,” ujar Rivan dalam keterangan resmi yang AWESH.id terima, Jumat (14/3/2026).
Sementara itu, untuk kendaraan yang kembali ke Jabotabek di gerbang tol dan periode yang sama mencapai 3,39 juta kendaraan. Jumlah ini meningkat 2,6 persen dibanding 2025.
Adapun puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3 dengan volume sekitar 285 ribu kendaraan. Jumlah ini naik 4,7 persen dibanding puncak 2025.
Rivan mengatakan, proyeksi pergerakan lalu lintas selama periode Lebaran disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan yang dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).
Pusat kendali tersebut dilengkapi dengan teknologi pemantauan visual, serta didukung pemanfaatan _machine learning dan artificial intelligence untuk membaca pola pergerakan lalu lintas dari waktu ke waktu. Kemudian menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam melakukan rekayasa lalu lintas secara lebih responsif dan efektif.
Baca juga: Tol Japek II Selatan Difungsionalkan, Pertamina Siapkan Kios BBM hingga Motoris
“Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area,” ujar Rivan.
Dari sisi layanan teknologi, kata Rivan, Jasa Marga terus mendorong pemanfaatan aplikasi Travoy oleh pengguna jalan. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat memantau kondisi kepadatan lalu lintas secara real time karena terintegrasi dengan berbagai teknologi pemantauan lalu lintas Jasa Marga seperti radar, CCTV, dan _traffic counting system.
Selain mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, Jasa Marga juga melakukan identifikasi terhadap berbagai potensi penyebab gangguan kendaraan maupun kecelakaan lalu lintas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan keselamatan perjalanan sekaligus mendukung implementasi kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Angkutan Lebaran 2026.
“Alhamdulillah seluruh kesiapan operasional telah dipersiapkan dengan baik. Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memanfaatkan fasilitas layanan yang disediakan Jasa Marga, khususnya aplikasi Travoy. Kami juga kembali mengingatkan Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang menggantikan nomor sebelumnya 14080 untuk semakin mempermudah pengguna jalan,” kata Rivan.