
AWESH.ID – Kabar mengenai Influenza A yang ramai diperbincangkan masyarakat mendapat penjelasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
Hingga Senin (5/10/2026), belum ada kasus Influenza A yang ditemukan di Kabupaten Karawang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, meminta masyarakat tidak langsung mengaitkan gejala batuk, pilek atau demam dengan Influenza A.
“Influenza A tidak ada, di Karawang belum ditemukan,” kata Yayuk saat dihubungi.
Menurutnya, gejala penyakit pernapasan bisa memiliki kemiripan. Untuk memastikan seseorang terinfeksi Influenza A, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Artinya, seseorang tidak bisa dinyatakan terkena Influenza A hanya berdasarkan gejala yang dialaminya.
Ada 3.876 Kasus ISPA
Di tengah informasi yang beredar, Dinkes Karawang mencatat terdapat 3.876 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Namun, angka tersebut bukan merupakan jumlah kasus Influenza A.
“Yang beredar di media sosial itu ISPA, bukan Influenza A,” jelas Yayuk.
ISPA sendiri dapat menimbulkan sejumlah keluhan seperti batuk, pilek, demam, nyeri tenggorokan hingga badan terasa lemas.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak panik ketika mengalami gejala tersebut.
Dinkes meminta warga tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Warga yang sedang batuk atau pilek juga disarankan memakai masker, terutama ketika berada di tempat ramai atau berinteraksi dengan orang lain.
Kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat dengan penyakit penyerta diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.
“Tenang, enggak usah panik. Tetap jaga kebersihan dengan perilaku bersih dan sehat,” ujar Yayuk.
Jika mengalami batuk, pilek atau demam yang mengganggu kondisi tubuh, masyarakat dianjurkan beristirahat dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes Karawang juga memastikan apabila nantinya ditemukan kasus Influenza A, fasilitas kesehatan dapat melakukan penanganan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.