
KARAWANG-Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhan menegaskan kesiapan Bulog dalam mendukung pemerintah melalui penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Bulog juga terus memastikan penyaluran berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
“Bulog terus memastikan pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Bantuan pangan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat,” ujar Rizal saat penyaluran bantuan pangan di Kantor Desa Karangligar, Karawang, Jumat (18/9/2026).
Untuk wilayah Jawa Barat, Bantuan Pangan Beras alokasi Juli hingga September 2026 mencakup 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP), dengan total alokasi sebanyak 181.186,53 ton beras. Khusus Kabupaten Karawang, program ini menjangkau 249.725 PBP dengan total alokasi sebanyak 7.491,75 ton beras.
Sementara di Kecamatan Telukjambe Barat, Bantuan Pangan dialokasikan kepada 3.225 PBP dengan total 96,75 ton beras. Salah satu titik penyaluran yang ditinjau adalah Desa Karangligar, dengan jumlah 377 PBP dan total alokasi sebanyak 11,31 ton beras untuk tiga bulan.
Berdasarkan data per 16 September 2026, realisasi penyaluran Bantuan Pangan Jawa Barat untuk alokasi Februari hingga Maret telah mencapai 100 persen, sedangkan untuk alokasi Juli hingga September mencapai 61,98 persen. Di sisi lain, pengadaan beras dalam negeri telah mencapai 641.343 ton atau 92,35 persen dari target 694.432 ton, dengan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat 678.068 ton.
Melalui kesiapan stok, penyerapan beras dalam negeri, serta sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kata Rizal, Bulog akan terus mendukung pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan berkelanjutan.
Rizal juga menyebut warga bisa meminta tukar jika beras bantuan pangan dari Pemerintah dalam keadaan tak bagus.
Pernyataan itu disampaikan saat sambutan penyerahan bantuan pangan di Kantor Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat.
“Mohon izin untuk bantuan pangan ini sekali lagi kalau nanti berasnya gak bagus, Ibu bisa langsung minta tukar. Ya Bu ya. Saya jamin berasnya harus bagus. Kalau berasnya jelek kami copot pejabatnya,” kata Rizal kepada para penerima bantuan.
Sebab, kata dia, Presiden Prabowo memerintahkan yang diberikan kepada rakyat haruslah adalah beras dengan kualitas baik. Sebab, beras bantuan merupakan beras negara.
“Karena ini adalah berasnya negara, berasnya punya rakyat. Harus diberikan yang terbaik. Setuju Ibu?,” ujarnya.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, mengatakan, Bantuan Pangan Beras merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan musim paceklik. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.
“Bantuan pangan dari pemerintah ini merupakan salah satu stimulus dan bentuk perhatian kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang berkepanjangan dan musim paceklik. Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat penerima manfaat, sehingga bantuan pangan berupa beras ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat,” ujar Saan Mustopa.
Saan mengatakan, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan sebanyak 10 kilogram per penerima manfaat setiap bulannya. Bantuan tersebut juga berlanjut untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
“Dalam pelaksanaannya, pengawasan dilakukan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran terkait untuk memastikan bantuan diterima dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” kata Saan.