
AWESH.id-PT Pupuk Kujang Cikampek berencana green amonia dari limbah biomassa. Langkah ini diambil untuk mendukung transisi energi dan keberlanjutan menuju industri hijau.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pupuk Kujang bersama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan China Iron & Steel Research Institute Group (CISRI), perusahaan teknologi energi asal Tiongkok, untuk memelopori pengembangan hidrogen hijau (green hydrogen). Kerja sama tripartit ini diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi Pupuk Kujang untuk memproduksi green ammonia secara berkelanjutan di masa depan.
Yoyon Daryono, Project Manager, Proyek Replacement Kujang 1A & Net Zero Emission Pupuk Kujang, mengatakan, sebagai produsen amonia dengan rekam jejak lebih dari 50 tahun, operasional Pupuk Kujang selama ini sangat bergantung pada penggunaan gas alam sebagai sumber hidrogen.
Melalui kemitraan strategis ini, kata Yoyon, perusahaan berproses secara bertahap dengan mengalihkan penggunaan sumber energi fosil menuju energi terbarukan, salah satunya memanfaatkan energi berbasis biomassa.
Baca juga: Pupuk Kujang Distribusi 32 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan Karawang
“Langkah ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang Pupuk Kujang untuk menekan emisi karbon sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku industri pupuk dan kimia nasional,” ujar Yoyon Rabu (9/9/2026).
Seperti diketahui, potensi biomassa di Indonesia tercatat sangat melimpah, yakni mencapai 83,4 juta ton per tahun. Namun, dari jumlah tersebut, pemanfaatannya saat ini baru berkisar 22 juta ton per tahun.
Melimpahnya limbah pertanian yang belum terolah ini memiliki nilai strategis untuk diolah menjadi green hydrogen, yang selanjutnya berfungsi sebagai bahan baku utama pembuatan green ammonia.
Dalam rencana pengembangannya, kata Yoyon, Pupuk Kujang akan memanfaatkan fasilitas Pabrik 1B untuk memproduksi green ammonia. Proses transisi ini akan dilakukan secara berjenjang. Pada tahap awal, skema yang diterapkan adalah hybrid ammonia, yaitu memproduksi amonia dari kombinasi grey hydrogen dan green hydrogen, sebelum nantinya berkembang penuh menjadi green ammonia.
Green ammonia dipandang sebagai komoditas ramah energi masa depan dengan spektrum pemanfaatan yang luas. Selain sebagai bahan baku pupuk tanpa emisi, zat ini juga dapat difungsikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar armada maritim, serta bahan baku penting bagi sektor manufaktur dan industri kimia.
“Kolaborasi antara Pupuk Kujang, PLN EPI, dan CISRI ini diharapkan dapat mempercepat terciptanya ekosistem energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri pupuk dan kimia nasional di tingkat global,” kata Yoyon.