5 Mei 2026

Sepanjang 86 Km Pesisir Karawang Bakal Dibangun Tanggul Laut Raksasa

Kabar
Sepanjang 86 Km Pesisir Karawang Bakal Dibangun Tanggul Laut Raksasa
Laut tangkolak, Desa Sukajaya, Karawang, Jawa Barat.

AWESH.id-Sepanjang 84 kilometer wilayah pesisir Karawang, Jawa Barat bakal dibangun giant sea wall (GSW) atau tanggul laut raksasa oleh Pemerintah Pusat  yang akan dimulai 2026 ini.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyebut kepastian pembangunan GSW di pesisir Karawang itu usai ia menghadiri rapat terkait perlindungan pesisir Pantura Jawa bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Aep mengatakan, pembangunan GSW dilakukan Pemerintah Pusat sepanjang Pantura Jawa mulai dari Jakarta hingga Surabaya.

“Dalam rapat, pembangunan GSW berada di urutan pertama PSN (Proyek Strategis Nasional). Artinya proyek itu bakal diutamakan dari proyek lainnya,” kata Aep di Kantor Bupati Karawang, Selasa (5/5/2026).

Aep mengatakan, pembangunan tanggul laut akan dilakukan di area pesisir sekira 500 meter hingga 1000 meter dari bibir pantai. Artinya sama sekali tidak menggunakan lahan darat. Nantinya, di atas tanggul laut raksasa itu bakal dibangun jalan tol dan rel kereta api cepat. Sementara area laut antara tanggul laut raksasa dengan bibir pantai akan ada yang diuruk untuk pusat bisnis dan pariwisata

“Alan tetapi ada juga yang dibiarkan sebagai laut dan kawasan hutan mangrove,” kata Aep.

Menko AHY, kata Aep, menyatakan pembangunan GSW di 2026 ini difokuskan di Teluk Jakarta dan Semarang. Setelah itu merayap di kerjakan ke daerah lainnya.

“Dalam pertemuan kemarin, sedikitnya ada perwakilan delapan negara yang diundang sebagai calon investor. Di antaranya, UEA, Tiongkok, Singapora, dan Jepang,” kata Aep.

Baca juga: Dari Cangkang Rajungan yang Terbuang di Karawang Disulap jadi Pakan hingga Pupuk Cair

Aep optimistis pembangunan tanggul laut raksasa mampu melindungi wilayah pesisir ancaman dari acaman abrasi dan banjir rob. Sebab, terjangan ombak Laut Jawa dengan sendirinya akan tertahan oleh tanggul laut raksasa.

“Dengan garis pantai sepanjang 84 Km, wilayah pesisir utara Karawang menyimpan potensi besar bagi para nelayan dan petani tambak. Namun selama ini di beberapa titik pesisir ada yang terus menerus dihajar abrasi dan banjir rob,” kata Aep.

Dengan adanya pembangunan GSW, kata Aep, Pemkab Karawang merasa terbantu dalam menyelesaikan persoalan di pesisir Karawang. Namun demikian, ia tetap mengusulkan perbaikan wilayah pesisir Karawang melalui rapat itu.

Menurutnya, Pemkab Karawang meminta agar penanaman mangrove di antara tanggul laut raksasa dan bibir pantai lebih dioptimalkan lagi. Selain itu, adanya penguatan koperasi nelayan agar kesejahteraan pesisir lebih terdongkrak.

“Dalam rapat itu, kami telah menyampaikan data terkait abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya. Termasuk pembanguan 320 unit rumah yang dibangun untuk warga pesisir yang terdampak banjir rob dan abrasi,” ujar Aep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas