
AWESH.id-Bupati Karawang Aep Syaepuloh menaruh perhatian khusus usai seorang warganya diduga tewas usai terjerat benang layangan.
Aep mengaku prihatin dan berbela sungkawa atas peristiwa yang sempat viral itu.
“Mungkin ini saya akan imbau juga kepada seluruh camat agar betul – betul bisa memantau. Saya pikir ini juga sangat bahaya,” kata Aep di sela pemberangkatan calon jemaah haji di Karawang di Islamic Center Karawang, Jumat (1/5/2026).
Ia mengaku akan membahas secara khusus dengan Sekda Karawang dan camat perihal imbauan kepada masyarakat.
Ia tidak melarang masyarakat bermain dan menjual layang – layang. Namun ia mengimbau agar hati – hati.
“Insya Allah hari Senin akan saya sampaikan, kita lihat gelasan (jenis benang) seperti apa. Gelasan tenun itu kan yang sangat berbahaya. Gelasan, udah gitu tebel,” kata Aep.
Sebelumnya, C (32), warga Desa Mukyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang tewas usai diduga terjerat benang layangan di bagian leher, Kamis (30/4/2026).
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, kata Cep Wildan, pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas sepeda motor. C mengalami luka serius pada bagian leher yang mengeluarkan banyak darah.
Wildan mengatakan, aparat kepolisian dari Polsek Ciampel bersama Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis Polres Karawang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga saat ini, kata Cep Wildan, dugaan sementara mengarah pada korban terjerat benang. Meski begitu, kepolisian tetap membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Selain mengucapkan bela sungkawa, Cep Wildan juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Khususnya di wilayah terbuka yang rawan aktivitas layangan.