13 Mei 2026

eL JOINT EVENT Gelar “Tiba-Tiba Showcase Vol. 1,  Hadirkan Peta Rock Indonesia Tampil di Karawang

Tren
eL JOINT EVENT Gelar "Tiba-Tiba Showcase Vol. 1,  Hadirkan Peta Rock Indonesia Tampil di Karawang
Tiba – tiba Showcase Vol.1.

AWESH.id– eL JOINT EVENT sukses menyelenggarakan ajang apresiasi musik bertajuk “Tiba-Tiba Showcase Vol. 1” pada Minggu (10/5/2026) di ABG Coffee & Live Music Karawang. Acara ini menjadi daya tarik bagi para pecinta musik lintas generasi di Karawang dan sekitarnya.

Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini menghadirkan kolaborasi musisi rock papan atas Indonesia, di antaranya Irang Arkad, John Paul Ivan, dan Windy Saraswati. Tidak hanya menyuguhkan performa panggung, acara ini juga memberikan nilai edukasi melalui sesi sharing session eksklusif bersama gitaris legendaris, Eet Sjahranie.

Selain penampilan bintang tamu utama, panggung Tiba-Tiba Showcase juga diramaikan oleh belasan band lokal dan komunitas, sepert; NOEND Band, People Sweet, Riverinks, Action Rule, Karawang Beatbox, Karawang Hip Hop Squad, Urrarig, Sembilan Persen, Grup Musik Srikandi, Qomar, JGB Foundation, dan DPRTY.
CEO eL JOINT EVENT, Eka Pangulimara H, atau sering disapa Bang Eka, mengatakan acara ini hadir untuk memfasilitasi musisi Karawang agar mampu mempromosikan karyanya.

“Saling tonton, saling dengar dan saling support itulah konsep dari “Tiba-Tiba Showcase” tujuannya sebagai wadah bersama musisi Karawang’ katanya yang juga personil dari NOEND Band.

Baca juga: Sapa Realitas Pahit Lewat “Angin & Cinta”, NOEND Ajak Pendengar Berdamai dengan Ketidakpastian

Kegiatan ini didukung oleh berbagai sponsor lokal dan nasional, termasuk eL RECORD, eL STUDIO, Brits Hotel Karawang, serta sejumlah media partner yang turut menyukseskan jalannya acara.

Tidak hanya menyuguhkan aksi panggung, tetapi juga menjadi ruang diskusi kritis bagi pelaku industri musik. Dalam sesi sharing session, gitaris (EDANE) legendaris Eet Sjahranie membedah transisi industri dari era analog ke digital serta tantangan kualitas di tengah arus viralitas.


Eet menekankan bahwa pergeseran dari teknologi analog ke digital adalah keniscayaan yang memberikan kemudahan akses bagi musisi muda. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai “karakter” suara.

“Digital menawarkan efisiensi dan presisi, tetapi jangan sampai kita kehilangan ‘nyawa’ atau dinamika yang dulu menjadi kekuatan era analog,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia berpesan agar teknologi digunakan sebagai alat pendukung kreativitas, bukan pengganti rasa dan teknik dasar dalam bermusik.

Menanggapi tren industri saat ini, Eet juga menyoroti fenomena viralitas di media sosial yang sering kali menjadi tolok ukur kesuksesan. Menurutnya, musisi harus tetap konsisten dalam bermusik dan tidak perlu mengharapkan hasil.

“Gue gak alergi soal digitalisasi, emang sudah jamannya, dan gak berpikir rencana ke depan seperti apa misal setelah rilis, karena memang gaya EDANE itu kayak gitu, yang penting konsisten aja berkarya,” kata Eet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas