
AWESH.id-PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) merampungkan pengerjaan tiga pipa penyalur bawah laut yang terintegrasi dalam program Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP) pada Semester I tahun 2026.
Ketiga jalur pipa penyalur bawah laut yang telah diselesaikan pengerjaannya meliputi jalur UWJ-B1C, yang menghubungkan aliran produksi dari area Uniform ke Bravo; jalur EF-EA, yang mengamankan penyaluran di area Echo; dan jalur BG-BC, di area Bravo. Total panjang peremajaan ketiga jaringan pipa bawah laut tersebut mencapai kurang lebih 21,24 kilometer. Proyek strategis bagi PHE ONWJ untuk mempertahankan produksi migas ini berhasil diselesaikan dengan aman dan tepat waktu.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengatakan, pekerjaan instalasi lepas pantai pada proyek PRRP ini dilaksanakan selama 169 hari sejak 31 Oktober 2025, atau lebih cepat 10 hari dari target penyelesaian. Sepanjang pelaksanaan proyek, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama, dengan capaian total jam kerja selamat sebanyak 854.765 jam.
Selesainya pengerjaan jaringan pipa penyalur bawah laut di ketiga jalur ini berperan sangat krusial dalam keberlangsungan operasi Perusahaan.
“Dengan keandalan infrastruktur yang baru, PHE ONWJ berhasil memastikan keandalan aliran produksi migas minyak dan gas bumi sebesar 3.895 BOPD dan 6,9 MMSCFD, yang dialirkan dari sumur-sumur tersebut,” kata Muzwir dalam keterangan tertulis yang diterima dan konfirmasi ulang, Jumat (31/7/2026).
Memasuki paruh kedua 2026, kata Muzwir, program PRRP masih menyisakan pelaksanaan satu jalur pipa lagi, yaitu Pipeline BC-BPRO. Dengan jaringan pipa sepanjang 2,78 kilometer, pelaksanaan progam PRPP dijadwalkan pada kuartal keempat (Q4) 2026. Selanjutnya pada 2027, tim PRRP merencanakan pekerjaan reinstatement pipeline jalur BF-BK-BPRO dan FK-FC, guna terus menjaga keandalan infrastruktur penyalur migas PHE ONWJ.
Muzwir mengatakan, langkah proaktif melalui program PRRP secara berkelanjutan 2026 ini tidak hanya meminimalisir risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut. Upaya ini, kata dia, adalah wujud komitmen PHE ONWJ dalam menopang pencapaian ketahanan energi.
“Keberhasilan pengamanan menyalurkan aliran migas di ketiga jalur ini diharapkan dapat terus berkontribusi positif dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ujarnya.