3 Juni 2026

Ikan Mati Massal di Irigasi, Perumdam Karawang Pastikan Kualitas Air Aman

Kabar
Logo Perumdam Tirta Tarum Karawang.
Logo Perumdam Tirta Tarum Karawang.

AWESH.id– Perumdam Tirta Tarum Karawang tengah memantau kualitas air pascakejadian ikan mati massal di irigasi BtuB2/CKM area Leuweung Sereuh, Karawang, Jawa Barat sejak Senin (1/6/2026) malam.

Leweung Sereuh diketahui sebagai salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan Perumdam Karawang untuk memproduksi air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat.

Humas Perumdam Karawang Fajar mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air baku. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, parameter kualitas air seperti tingkat keasaman (pH) dan Total Dissolved Solid (TDS) masih berada dalam batas normal.

“Kami melakukan pengecekan secara berkala, bahkan setiap dua hingga tiga jam ketika ada kondisi tertentu. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan pH dan TDS masih aman sehingga produksi air bersih tetap berjalan normal,” kata Fajar.

Menurut Fajar, Perumdam juga telah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pengelola sumber air baku untuk menelusuri penyebab kematian ikan tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, kata Fajar, dugaan sumber pencemaran atau gangguan kualitas air berada di wilayah hulu, bukan di lokasi pengambilan air baku Perumdam Karawang.

“Saat ini masih dilakukan pengecekan lebih lanjut,” katanya.

Baca juga: Kongsi Jamu dan Kopi Kekinian dengan Jaipong di Balandongan Rajakami Karawang

Fajar mengatakan, ikan-ikan yang ditemukan mati diduga terbawa arus dari wilayah hulu hingga ke saluran irigasi di Karawang. Meski demikian, Perumdam masih menunggu hasil investigasi dan konfirmasi resmi dari PJT II sebelum menyampaikan pernyataan lebih lanjut terkait penyebab pasti fenomena tersebut.

Perumdan Tirta Tarum, kata Fajar, memastikan akan terus melakukan pemantauan kualitas air secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan pasokan air bersih yang diterima pelanggan tetap memenuhi standar keamanan.

Diketahui, ikan mati massal di sejumlah titik Saluran Induk Irigasi Karawang sejak Senin (1/6/2026) malam.

Berdasarkan pantauan di kawasan Irigasi Johar pada Selasa, (2/6/2026) ikan-ikan mati tampak terbawa arus air yang mengalir. Sejumlah warga nampak memungut ikan yang mengapung menggunakan kantong plastik dan alat seadanya. Jenis ikan yang ditemukan antara lain tawes, nila, jambal, hingga baung.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Kabupaten Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra Romly, mengatakan, pihaknya langsung turun ke lapangan bersama Satgas Citarum Harum untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan data awal.

Dalam pemeriksaan lapangan, petugas melakukan pengujian kualitas air menggunakan parameter derajat keasaman (pH). Hasil pengujian menunjukkan nilai pH berada di angka 6. Menurutnya, hasil tersebut masih memenuhi baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan, yakni berada pada rentang pH 6 hingga 9.

Meski demikian, DLH Karawang akan melakukan pengambilan sampel air di saluran TUB untuk diuji di laboratorium lebih lanjut di laboratorium lingkungan guna mengetahui penyebab pasti kematian ikan.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, ikan mulai ditemukan mati pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Bangkai ikan masih terlihat mengambang hingga Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB saat petugas melakukan pemeriksaan.

Tim gabungan juga menyisir sepanjang aliran sungai untuk mencari kemungkinan sumber pencemaran. Namun hingga penelusuran selesai dilakukan, belum ditemukan sumber pencemaran secara langsung.

Meski belum ditemukan sumber pencemaran, kata Lucky, informasi dari masyarakat mengarah pada dugaan adanya pencemaran yang berasal dari wilayah sekitar Leuweung Seureuh. Dugaan tersebut masih akan didalami melalui pemantauan lanjutan dan hasil uji laboratorium.

Lucky pun mengimbau ikan yang mati di saluran tersebut. Sebab dikhawatirkan mengandung zat berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas